2017-2021
Perkenalan
Tahun 2017-2021
Awal pertemuan bisa dibilang singkat banget. Berawal dari miko yang lebih tau aku duluan dan tepatnya tahun 2017 saat menduduki Sekolah Menengah Kejuruan dia minta tolong ke temanku buat dikenalin sama aku. Seiring berjalannya waktu kita sering ketemu, yaa dulu ada kegiatan buat ogoh-ogoh dan dia sering bantu karena pembuatannya di dekat rumahnya. Tapi, meskipun dia suka tapi gak berani ngomong dan taumya aku dekat dengan orang lain yang menjadikan kita saling asing. Mungkin saat itu kalimat yang cocok untuk dia adalah “Kamu bukannya tak mampu, kamu hanya tak mau. Seakan rasa sakit karena mencintaiku adalah sebuah candu”.
Bulan juli 2021, tahun ini kita keluar ke Batu untuk ngerayain ulang tahun temanku. Waktu dijalan karena kita cewek gampang capek akhirnya kita tukar boncengan. Dannnnn… yang dikorbanin buat boncengan sama si miko adalah aku, karena semua tau kalau miko suka aku akhirnya yaudah aku aja yang disuruh, bukan gamau karena apanya tapi dia pake motor besar yang bikin kita bakal lebih capek, ngeselin banget. Keesokan setelah dari Batu, dia mau nyamperin tapi aku tolak dan akhirnya ke rumah temanku yang ada disebelah rumah, tapi nyamperinnya bareng-bareng sama teman yang kemarin keluar. Kenapa?? Karena pulang dari batu kemarin aku dikunciin sama orangtua karena udah pulang kemalaman berangkat gak pamit lagi, sialan!!! Pas dia nyamperin, aku lagi video call sama cowok dan disitu dia kecewa. Lagian ngapain harus kecewa, toh bukan siapa-siapanya juga. Setelah hari itu kita gapernah saling ngabarin lagi, oiyaa dari tahun 2017-2021 kita cuma chatan mungkin hanya 2 bulan di tahun 2021. Dan pas ke Batu komunikasi juga lewat grup bareng teman-teman. Lepas hari itu kita menjadi asing karena ego dari masing-masing. Sebelum asing, dia pergi dengan kalimat “Aku pergi untukmu, bahagiaku ketika bersamamu ternyata tak selalu mengartikan bahagia untuk dirimu”. Itu adalah hal yang menyakitkan, sebab “yang paling berbahaya adalah perpisahan yang menyisakan tanda tanya, sehingga melangkah tak benar-benar terasa pergi, singgah dilain hati tetap terasa seperti masih berlari, seperti ada yang masih belum selesai dan terlebih jika kau sadar bahwa tak akan ada lagi kesempatan untuk meminta penjelasan”.
“Aku harap ini hanyalah jeda diantara kita, sebelum kelak kita yang lebih dewasa bertemu, lalu jatuh cinta lagi dari awal”.
31 Desember 2021, tepat pada malam tahun baru si miko repply story wa ku dan kemudian kita saling chat. Dengan polosnya aku bertanya “hah, ternyata kamu masih hidup” karena bisa dibilang lama tidak ada kabar. Mungkin posisi kita saat itu adalah “saling cinta tapi tidak saling memberitahu, itu adalah hal menyakitkan”
01 Januari 2022
Hari itu kita memutuskan untuk ke pantai, lumayanlah untuk refreshing dari lelahnya tugas kuliah. Waktu di pantai dia tanya, kurang lebih seperti ini “gimana kedekatanmu dengan cowok kemarin, kenapa tiba-tiba mau diajak keluar, apa kamu sudah ada niat untuk menikah, cowok seperti apa yang kamu inginkan”, bukannya menjawab aku malah memandang ombak di tepian pantai. Bagaimana aku mau menjawab, hubunganku dengan orang sebelumnya yang menjadikan kita asing hanyalah pertemanan. Aku bergelut dengan pikiranku sendiri “Bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang tidak ada kejelasan, mencintai cinta yang tak ada kejelasan itu seperti sedang menaiki ayunan. Sesaat kita memang merasa bahagia, namun sebenarnya kita diam di tempat dan tidak kemana-mana”. Di situ pembicaraan kita mengalir, tetapi aku mengetahui makna tersirat pada matanya yang seakan ketika dia bisa, dia ingin bertanya perihal siapa kita, bukan untuk menuntut, mungkin hanya sekadar ingin tahu “siapa aku di matamu”, bahkan ada tanda tanya besar dikepalamu ketika mengetahui aku masih sendiri dan ada tanda tanya besar dikepalaku ketika mengetahui kamu berganti-ganti pasangan hanya untuk bisa melupakanku.